Bab Lima Puluh Lima: KTT Mesin Litografi
Setelah mendapatkan dukungan dari Zhao Ye, Ni An Nan tak sabar kembali ke kantornya sendiri, lalu mulai memikirkan lembaga riset mana saja yang hendak ia undang untuk menghadiri “KTT Industri Mesin Litografi Tiongkok”.
Saat Ni An Nan sedang sibuk menyusun daftar undangan, Liu Chuan Zhi dan para koleganya dari Perusahaan Institut Komputasi pun mengetahui kabar tentang Perusahaan Mikroelektronika Wujiang dari surat kabar.
Liu Chuan Zhi tertawa terbahak-bahak, “Haha, perusahaan Wujiang itu benar-benar baru dapat sedikit uang saja sudah tak tahu diri, berani-beraninya menginvestasikan 400 juta yuan untuk menggarap mesin litografi. Jelas sekali, Wujiang memang ingin mengembangkan chip. Kalau tidak, mengapa mereka menggelontorkan dana sebesar itu untuk riset mesin litografi? Tapi, ingin mengembangkan dan memproduksi chip itu butuh rantai industri yang sangat besar! Di dalam negeri, segala aspek masih jauh tertinggal dari Amerika Serikat, jadi lebih baik beli daripada buat sendiri. Menurutku, Perusahaan Mikroelektronika Wujiang akan menjadi beban bagi Grup Wujiang dan akhirnya akan menyeret seluruh grup itu ke jurang!”
Perusahaan Institut Komputasi memang menjadi pesaing utama Grup Wujiang. Melihat lawan melakukan kesalahan, mereka tentu merasa puas.
Dalam hati, Liu Chuan Zhi diam-diam memaki Zhao Ye bodoh.
Bocah tolol tak layak diajak berdiskusi!
Ni An Nan sudah pindah ke Wujiang, benar-benar seperti permata yang jatuh ke lumpur.
Andai saja Ni An Nan tetap tinggal di Perusahaan Institut Komputasi untuk mengembangkan generasi baru Kartu Han Lenovo, betapa baiknya itu. Setidaknya generasi kedua Kartu Han Lenovo tidak akan tertunda pengembangannya.
Tak disangka, pada saat seperti ini, Zhao Ye justru mengambil keputusan bodoh. Sungguh perusahaan mereka dinaungi keberuntungan!
Namun, di dalam perusahaan, ada juga yang berpandangan bahwa keputusan Zhao Ye dan Wujiang adalah langkah yang tepat. Salah seorang teknisi, Xu Hao, berkata, “Saya tak sependapat. Menurut saya, langkah Wujiang ini adalah investasi untuk masa depan. Chip itu hanya sebongkah kecil saja, tetapi keuntungannya luar biasa besar. Jika Wujiang benar-benar mampu mengembangkan dan memproduksi sendiri mesin litografi dan chip, bukan hanya mereka akan cepat balik modal, bahkan akan meraup untung sebesar-besarnya!”
Liu Chuan Zhi menggeleng, “Risikonya terlalu besar. Wujiang terlalu berjudi. Saya tetap pada pendapat saya. Lembaga riset semikonduktor dalam negeri umumnya kekurangan dana, dan rantai industri semikonduktor itu sangat luas, mustahil satu perusahaan kecil seperti Wujiang mampu menanggungnya.”
Xu Hao membalas, “Mungkin memang begitu, tapi Wujiang tak harus menuntut semua peralatan dan bahan baku diproduksi dalam negeri sejak awal. Mereka tetap bisa mengimpor dari luar negeri sesuai kebutuhan! Asalkan mereka menguasai beberapa teknologi kunci saja sudah cukup! Misalnya, mesin litografi yang paling penting dalam proses produksi chip. Selama punya mesin litografi yang canggih, yang lain bisa menyusul perlahan.”
Mendengar itu, Liu Chuan Zhi mendengus dingin dan menyindir, “Wujiang mau beli, tapi kalau pihak luar tak mau jual, apa bisa? Begitu perusahaan asing menahan penjualan produk kunci, Wujiang takkan bisa produksi chip. Semua uang yang diinvestasikan itu pun akan sia-sia!”
Xu Hao menimpali dengan suara lantang, “Justru karena itu kita harus berinvestasi untuk riset chip! Kalau tidak, akan tiba saatnya seperti yang Anda bilang, perusahaan luar negeri menahan produk kunci, dan negara kita bahkan tak bisa memproduksi satu chip pun!”
Mendengar perkataan itu, Liu Chuan Zhi merasa amat marah. Dalam hati ia mengumpat keras-keras, “Berani-beraninya menentangku, tak mau lagi kerja di sini rupanya!”
Liu Chuan Zhi merasa wibawanya di perusahaan telah ditantang.
Di permukaan, ia tetap tampak tenang, tak menunjukkan perubahan ekspresi, namun dalam hati ia sudah memikirkan cara-cara untuk mempersulit Xu Hao, bahkan sampai mengusirnya dari perusahaan.
Dalam perusahaan ini, hanya boleh ada satu suara!
Yang lain cukup patuh dan jalankan perintah saja!
...
Undangan “KTT Industri Mesin Litografi Tiongkok” pun segera sampai ke tangan berbagai lembaga riset dan perusahaan.
Menghadapi undangan dari Wujiang, mereka semua bersiap untuk hadir.
Apalagi, ongkos perjalanan, akomodasi, dan konsumsi semua ditanggung Wujiang. Pergi ke sana pun tak rugi, anggap saja sembari wisata.
Pada masa itu, kecepatan kereta masih sangat lambat, ditambah harus memberi waktu untuk berpikir dan persiapan, maka jadwal “KTT Industri Mesin Litografi Tiongkok” pun ditetapkan sepuluh hari kemudian.
Sepuluh hari berselang, para peserta pun mulai berdatangan ke Perusahaan Wujiang.
Sebagai penyelenggara utama, Perusahaan Mikroelektronika Wujiang menempati posisi istimewa. Ni An Nan dan Zhao Ye didudukkan di kursi utama ruang pertemuan.
Rapat pun dimulai. Ni An Nan naik ke mimbar, dengan semangat berapi-api menyampaikan pandangannya tentang industri semikonduktor Tiongkok, lalu menutup pidatonya, “Saat ini, industri semikonduktor Tiongkok dalam kondisi genting. Lembaga-lembaga riset besar kekurangan dana, banyak proyek terpaksa dihentikan dan akhirnya harus ditinggalkan. Dalam saat kritis seperti ini, Grup Wujiang bersedia bangkit, mengembalikan kejayaan industri semikonduktor Tiongkok!”
Begitu ucapannya selesai.
Para perwakilan lembaga di bawah, tak peduli setuju atau tidak untuk bergabung dengan Wujiang, saat itu semua secara tulus memberikan tepuk tangan meriah.
Investasi sebesar 400 juta yuan bukanlah angka kecil.
Bisa jadi, semua uang itu akan hilang sia-sia.
Coba pikir, jika mereka diminta menginvestasikan 400 juta yuan di bidang semikonduktor, beranikah mereka?
Banyak lembaga riset yang dana penelitiannya sangat minim, setiap sen harus dibagi dua, mana berani membelanjakan uang sebesar itu?
Tepuk tangan terus bergema, baru setelah beberapa saat reda ketika Zhao Ye naik ke podium.
Zhao Ye berdiri di tengah panggung, dengan suara berat berkata, “Saya tak perlu lagi menjelaskan kondisi semikonduktor dalam negeri, barusan Dr. Ni An Nan sudah menjelaskannya dengan sangat gamblang. Seperti kata pepatah, bersatu kita untung, bercerai kita buntung. Di negeri kita, puluhan lembaga meneliti mesin litografi, tapi semua berjalan sendiri-sendiri, ditambah lagi kekurangan dana, akibatnya mesin litografi kita tertinggal dari Amerika.
Setelah reformasi, negara lebih fokus ke pembangunan ekonomi. Lalu muncul pemikiran keliru bahwa beli lebih baik daripada buat sendiri.
Bahaya pemikiran ini dalam waktu singkat memang tak tampak jelas, bahkan seolah-olah menguntungkan. Perusahaan tak perlu investasi untuk riset, cukup beli dari luar negeri, rakit jadi produk, lalu untung. Namun, lambat laun, perusahaan-perusahaan Tiongkok jadi terlena, tak lagi mau berinvestasi untuk riset. Puluhan tahun kemudian, mayoritas perusahaan Tiongkok hanya menjadi pabrik perakitan bagi orang asing, hidup dari tenaga kerja murah, dari memeras keringat para buruh!”
Sampai di sini, Zhao Ye terdiam sejenak. Ia teringat kehidupan sebelumnya, di musim panas yang terik, ia pernah mengunjungi pabrik, melihat para pekerja di lantai produksi bermandikan keringat, berjam-jam melakukan gerakan yang sama secara mekanis.
“Itu masih mending. Tapi coba bayangkan, jika suatu hari mereka tak mau menjual chip pada kita, apa yang akan kita lakukan? Pernahkah kalian memikirkan soal ini?”
“Daripada terus-menerus berada di bawah ancaman dan dikendalikan orang, lebih baik mulai sekarang kita kejar ketertinggalan.”
“Saya tahu banyak lembaga riset saat ini keadaannya tidak baik. Mulai sekarang, mari bergabung ke Perusahaan Mikroelektronika Wujiang. Kalau ada yang khawatir soal status pegawai negeri di internal lembaga, bisa kita diskusikan dengan pimpinan, sehingga para peneliti tetap bisa bekerja di Perusahaan Mikroelektronika Wujiang sambil mempertahankan status kepegawaiannya.”
Zhao Ye dengan tulus menyampaikan sikapnya kepada semua yang hadir.
Banyak lembaga riset yang hampir tak mampu bertahan, sehingga tawaran Zhao Ye sangat menggoda.
“Zhao Ye benar, sudah seharusnya kita bersatu. Bersatu kita untung, bercerai kita buntung. Industri semikonduktor Tiongkok terlalu terpecah, kurang komunikasi. Banyak lembaga meneliti hal yang sama, sia-sia membuang sumber daya penelitian.”
“Negara kita punya banyak lembaga riset, harus kita manfaatkan keunggulan kerja sama besar-besaran!”
Perusahaan Mikroelektronika Wujiang juga mengundang pejabat dari Kementerian Industri Elektronik untuk menghadiri KTT Mesin Litografi Tiongkok.
Pimpinan yang hadir diam-diam mengangguk, sangat setuju dengan pandangan Zhao Ye. Melihat kondisi semikonduktor Tiongkok saat ini, sudah saatnya perubahan dilakukan. Jika tidak, kelak benar-benar bisa saja negara kita diancam dan dikendalikan oleh pihak asing...
Karena itu, pimpinan memutuskan untuk mendorong terwujudnya penggabungan!
Tak lama kemudian, kabar ini sampai ke pemerintah pusat.
Setelah beberapa kali rapat dan pembahasan yang berlangsung selama satu bulan, akhirnya rencana menggabungkan beberapa lembaga riset mesin litografi ke dalam Perusahaan Mikroelektronika Wujiang pun disetujui.
Bersamaan dengan itu, rencana besar integrasi rantai industri semikonduktor yang dipimpin negara pun dimulai. Tak bisa disangkal, Grup Wujiang, layaknya ikan lele yang mengguncang kolam, telah memainkan peranan yang sangat besar...
PS: Malam ini masak camilan, tangan kena tutup panci dan melepuh, jadi hari ini hanya bisa update dua bab saja.