Bab Sepuluh: Perubahan Atribut, Rahasia Elemen Api
"Ingin menguasai Elemen Api, pertama-tama kau harus memahami apa itu api," ujar Shizukai.
"Api, bukankah itu... er, ya api...?" gumam Madara, lalu tertegun dalam lamunan.
Melihat Madara yang tengah berpikir, Shizukai tersenyum lembut dan berkata, "Elemen Api adalah metode di mana para pendahulu yang tak terhitung jumlahnya mengamati esensi api di alam, lalu menirunya kembali menggunakan chakra. Oleh karena itu, jika kau ingin benar-benar mengeluarkan kekuatan Elemen Api, kau harus memahami makna sejati dari api."
Mendengar perkataan Shizukai, Madara tak kuasa membuka mulutnya dan berkata, "Begitu rumit, rasanya jauh lebih sulit daripada yang diajarkan Ayah. Bukankah Elemen Api bisa dikuasai hanya dengan melakukan segel tangan dan latihan?"
"Hahahaha~!" Tawa Shizukai terdengar seperti lonceng perak, lalu ia berkata, "Apa yang dilakukan Ayah tidak salah, tapi itu adalah cara yang paling bodoh."
"Cara yang paling bodoh?" Madara balik bertanya, "Apakah masih ada cara jenius?"
Mencabut pisau pendek di punggungnya dan mengayunkannya, Shizukai memotong sebilah papan kayu dari jembatan kayu, menggenggamnya di tangan, lalu berkata, "Orang paling jenius dalam sejarah Klan Uchiha berdiri tepat di hadapannya, apakah kau bahkan tidak bisa melihatnya?" (Sambil merentangkan tangan)
"Hei~ hei~, jangan memuji diri sendiri begitu!" seru Madara dengan nada tidak puas.
"Aha! Maaf!" ucap Shizukai tanpa rasa bersalah sedikit pun. "Kembali ke topik, Madara, berapa banyak atribut chakra yang kau miliki?"
"Sama seperti Kakak, ada tiga jenis, yaitu air, petir, dan api," jawab Madara.
Tanpa diduga, Shizukai menggelengkan kepala dan berkata, "Madara, kau keliru. Di dalam dirimu bukan hanya ada tiga jenis perubahan atribut chakra..."
"Bagaimana mungkin?!" Madara menyela perkataan Shizukai dengan tidak percaya, lalu berkata dengan tergesa-gesa, "Atribut chakraku diuji oleh Ruang Arsip dan Seni, bagaimana bisa salah?!"
"Di dunia ini, semua ninja memiliki lima jenis perubahan atribut chakra. Namun, seiring dengan diferensiasi garis keturunan, bakat yang awalnya menguasai kelima perubahan chakra tersebut turut terpecah. Sama sepertimu, dalam tes chakra hanya muncul reaksi dari tiga atribut air, petir, dan api. Ini bukan berarti kau tidak memiliki perubahan chakra angin dan tanah, melainkan tingkat kedua perubahan itu terlalu lemah, hingga tertutupi oleh ketiga atribut lainnya."
Madara mengerjap, lalu berkata, "Apa hubungannya ini dengan latihan Elemen Api?"
"Bisakah kau tidak terburu-buru?! Semua ini adalah pengalaman yang kudapatkan dengan susah payah dari merangkum data Ruang Arsip dan Seni, tahu!" kata Shizukai dengan kedua tangan bertolak pinggang.
"Baik~ baik~," jawab Madara melambaikan tangan, seraya mendesah pasrah.
Shizukai kembali berbicara, "Jika seorang ninja tidak memiliki atribut yang sesuai, tetapi ingin menggunakan ninjutsu dari atribut tersebut, apa yang harus dilakukan? Apakah berlatih keras tanpa arah sepertimu? Bukan! Yang ia butuhkan adalah metode latihan khusus."
"Metode apa?" tanya Madara tidak sabar.
"Taraaa~!" Shizukai mengangkat sebilah papan kayu di tangannya.
"Ha~!!! Kakak sedang mempermainkanku, ya?" Madara memasang mata ikan mati dan berkata.
"Huh~! Jangan remehkan papan kayu ini, ini akan menjadi alat latianmu kedepannya," ucap Shizukai. "Jika ingin melatih perubahan sifat chakra elemen api, kau harus memahami misteri di dalamnya, yaitu panas! Dan latihan 'panas' ini menuntutmu untuk mengalirkan chakra ke ujung kayu ini, lalu mengendalikan chakra di dalam kayu agar saling bergesekan, sampai kayu tersebut terbakar. Seperti ini..." Selesai berbicara, kayu di tangan Shizukai langsung terbakar dengan suara "woosh".
"Ah!" Madara mengeluarkan seruan kaget melihat kayu di tangan Shizukai terbakar, lalu bertanya, "Kira-kira berapa lama aku baru bisa menyelesaikan latihan ini?"
Shizukai menggelengkan kepala dan berkata, "Sebagai seseorang yang secara alami unggul dalam perubahan sifat elemen api, tidak butuh waktu lama bagimu untuk mencapai tujuan ini. Namun, yang ingin kukatakan adalah, menyalakan sebilah kayu ini hanyalah permulaan dari latihan Elemen Api." Setelah berkata demikian, ia melemparkan kayu itu ke dalam air.
"Begitukah?" Madara merenung sejenak, lalu berkata, "Elemen Api Kakak jauh lebih kuat daripada Ayah, baik dari segi ukuran maupun panasnya. Benar! Warnanya kan! Warna teknik Bola Api Raksasa milik Kakak berbeda dengan Ayah."
Sudut bibir Shizukai tertarik membentuk senyuman tipis, ia berkata, "Benar! Setelah latihan menyalakan kayu selesai, latihan Elemen Api baru bisa dianggap resmi dimulai. Selanjutnya, seiring kau melanjutkan latihan, warna Elemen Api akan terus berubah seiring meningkatnya suhu. Saat ini yang sudah kuketahui adalah api berwarna jingga kemerahan akan berubah menjadi kuning."
"Tapi... entah itu Elemen Api Ayah atau Elemen Api Kakak, setelah mengenai musuh, hasil akhirnya tetap sama yaitu membunuh musuh. Lalu, apa arti dari latihan seperti ini?" tanya Madara penuh keraguan.
"Apakah benar-benar tidak ada artinya? Madara." Senyuman di wajah Shizukai perlahan memudar, ia berkata, "Kau pasti juga tahu bahwa kelima atribut chakra saling menaklukkan, bukan."
"Un! Elemen Petir menaklukkan Elemen Tanah, Elemen Tanah menaklukkan Elemen Air, Elemen Air menaklukkan Elemen Api, Elemen Api menaklukkan Elemen Angin, dan Elemen Angin menaklukkan Elemen Petir," jawab Madara menyebutkan hubungan saling menaklukkan antar-jutsu.
"Benar! Biasanya, penaklukan atribut memang seperti itu. Namun, dalam misi sebelumnya, aku menghadapi seorang ninja pengguna Elemen Air dari Kekkei Genkai, dan aku berhasil bertarung imbang melawannya menggunakan Elemen Api milikku dan Elemen Air khususnya. Kau tahu apa artinya ini? Melalui latihan atribut, chakra memiliki kekuatan untuk memecahkan kekangan penaklukan atribut," tutur Shizukai.
"Kakak, hasil penelitian ini, belum kau serahkan kepada Ayah, kan!" ucap Madara terbata-bata sambil menatap permukaan danau buatan di belakang Shizukai.
Shizukai kembali tersenyum dan berkata, "Belum! Karena sebelum ini, aku juga tidak tahu arti dari latihan atribut seperti yang kau katakan. Jadi, aku belum sempat memutuskan untuk menyerahkan penelitian ini. Namun, sekarang aku sudah bisa memutuskan. Besok aku akan merapikannya dan menyerahkannya kepada klan."
Mendengar perkataan Shizukai, Madara mengangkat kepalanya menatap mata Kakaknya dan berkata, "Kakak!!"
"Un!" jawab Shizukai lembut.
"Aku paling suka Kakak!!!"
"Ehh~~~"
Tiga hari kemudian, Kuil Naka, di depan Monumen Kematian.
Berbeda dari sebelumnya ketika Uchiha Tajima membawa Shizukai seorang diri ke tempat ini, kini seluruh anggota Uchiha yang telah membangkitkan Sharingan berkumpul di sini. Sebagai rapat klan Uchiha, ini adalah pertemuan skala besar yang hanya diadakan ketika ada peristiwa penting yang terjadi di dalam klan.
Tajima duduk bersila di depan prasasti batu itu sejenak. Melihat sebagian besar anggota klan telah tiba, ia lantas berkata, "Sekarang, rapat klan resmi dimulai!"
"Alasan memanggil kalian semua hari ini adalah untuk mengumumkan beberapa hal yang berkaitan dengan Uchiha Shizukai," kata Uchiha Tajima. "Makoto, ini adalah laporan evaluasi misi milikmu, bacakan untuk semua orang!" Usai berkata demikian, ia melemparkan gulungan di tangannya kepada pria tersebut.