Orang-orang bertanya: Setelah mencapai pencerahan dan tiada tanding, lalu apa yang harus dilakukan? Shen Ming menjawab: Setelah tak terkalahkan, balaslah segala budi, lunasilah segala dendam, lakukanlah semua hal yang diinginkan di dunia ini. Hanya dengan demikian, segala peluang yang telah didapat, seribu tahun pertapaan, dan segala penderitaan takkan sia-sia. Singkatnya, inilah kisah sang pemuda setelah berhasil membuktikan bahwa jangan pernah meremehkan anak muda yang tengah dirundung kesulitan.
Bab 1
Wilayah Barat Laut, Pegunungan Salju Besar.
Gunungnya menjulang tinggi, entah setinggi apa, curam dan terjal, sepanjang tahun diselimuti salju, sejauh mata memandang hanya hamparan putih yang membentang.
Di kaki gunung, tiga kereta kuda yang sarat dengan peti kayu melaju perlahan. Sekitar sepuluh pria gagah membawa pedang, mengawal kereta dari segala sisi. Di atas salah satu kereta terpasang sebuah bendera bertuliskan empat huruf besar.
Lembaga Pengawal Empat Samudra, lembaga pengawal terbesar di wilayah barat laut, namanya terkenal di seluruh dunia persilatan. Kepala pengawal utama, Lin Kuohai, terkenal dengan keahlian bela diri yang luar biasa dan jaringan pertemanan yang luas, mampu bergaul dengan kalangan hitam maupun putih. Siapa pun yang menyebut namanya pasti mengangkat jempol dan memuji, memang orang yang luar biasa.
Dalam rombongan itu, seorang pemuda menunjuk ke arah Pegunungan Salju Besar yang menjulang tinggi tak jauh dari sana, lalu bertanya dengan rasa ingin tahu, “Kepala Pengawal, ini gunung salju yang sering Anda ceritakan pada kami? Kelihatannya tidak menakutkan, tidak seperti yang Anda bilang, kok tidak tampak berbahaya?”
Pertanyaan itu mendapat dukungan dari beberapa orang lain. Menurut mereka, gunung salju itu tampak biasa saja, tidak jelas apa yang membuatnya berbahaya, dan mereka tidak mengerti kenapa kepala pengawal selalu menyebut tempat itu berbahaya.
Lin Kuohai, yang usianya hampir lima puluh tahun, meski rambutnya mulai memutih, tubuhnya tetap tegap tak kalah dari para pemuda, di tangannya memegan