Legenda Akademi Cahaya Perak
Melihat semua siswa telah mengingat pesannya, Liu Gang pun mengangguk puas, lalu wajahnya melunak dan berkata, “Singkatnya, bisa masuk ke Akademi Cahaya Perak adalah kesempatan langka seumur hidup bagi siapa pun. Karena itu, manfaatkanlah kesempatan ini sebaik mungkin, berusahalah tanpa kenal lelah, dan jadilah legenda di bawah langit berbintang. Baiklah, sekarang silakan perkenalkan diri kalian satu per satu. Barangkali inilah kali terakhir kalian memiliki teman sekelas, jadi hargailah momen ini!”
“Kalau begitu, biar aku mulai. Namaku Zhong Hao, berasal dari Bintang Bidadari di Wilayah Cahaya Biru, sebuah planet wisata yang indah dengan pemandangan menakjubkan, dipenuhi pria tampan dan wanita cantik. Jika kalian suatu saat ingin melancong ke Bintang Bidadari, jangan lupa mampir ke Restoran Langit Biru, itu milik keluargaku,” ujar Zhong Hao sambil tersenyum lebar.
“Namaku Ling Xiaoxiao, berasal dari Kota Basis 0101 Bintang Cahaya Utara. Hal yang paling aku sukai adalah…”
Dengan dipelopori oleh Zhong Hao, siswa-siswa yang memang berkepribadian aktif pun mulai memperkenalkan diri satu per satu. Sebenarnya, sebagian besar informasi itu bisa ditemukan di situs internal kampus, dan beberapa siswa yang teliti sudah lebih dulu mengetahuinya. Namun, perkenalan ini lebih bertujuan agar mereka saling mengenal secara langsung, memahami kepribadian masing-masing, dan memudahkan interaksi di kemudian hari.
Ketika giliran Bai Yu, ia hanya memperkenalkan diri secara resmi dengan singkat, namun tak disangka langsung mendapat “kejutan”.
“Namaku Mo Long. Nama ini aku pilih sendiri karena aku bersumpah suatu hari akan memburu seekor naga sejati dengan tanganku sendiri. Kudengar, saat seleksi pelatihan tempohari, ada seseorang yang sangat beruntung menemukan seekor naga tanah emas yang sudah mati, dan karenanya menjadi siswa peringkat satu di angkatan ini. Aku ingin tahu, apakah keberuntungan seseorang bisa bertahan selamanya. Mari kita saksikan bersama. Satu nasihat dariku: untuk menempa besi, haruslah api sendiri yang kuat; mengandalkan keberuntungan tidak akan membawamu jauh,” ujar seorang siswa lelaki berwajah dingin, jelas menyindir.
Begitu ucapan itu terlontar, kelas langsung hening. Semua mata serempak tertuju pada Bai Yu, ingin melihat bagaimana ia bereaksi. Banyak tatapan yang mengandung ejekan dan rasa puas melihat kesulitan orang lain.
Faktanya, banyak yang tidak puas dengan Bai Yu sebagai peringkat pertama, sebab keunggulannya dinilai lebih karena keberuntungan saat ujian pelatihan, bukan murni kekuatan. Mereka tak tahu, seandainya kesempatan itu jatuh pada mereka, belum tentu mereka selamat, apalagi mendapatkan keuntungan. Ketidaktahuan membuat mereka tak gentar!
Mereka kira para penguji itu bodoh, padahal Akademi Cahaya Perak memberi Bai Yu nilai tinggi sebagai pengakuan atas kemampuannya. Jika Bai Yu hanya sekadar “memungut bangkai” naga tanah emas, belum tentu ia bisa jadi peringkat satu dalam seleksi kali ini.
Mo Long sendiri kebetulan adalah peringkat kedua ujian itu. Tanpa tambahan naga tanah emas dan puluhan bintang binatang tingkat tiga, nilai Bai Yu seharusnya di bawah Mo Long. Selama ini, Mo Long mengira peringkat pertama sudah pasti miliknya, tapi kini harus menerima bahwa keberuntungan orang lain menggesernya, tentu saja ia merasa tidak terima dan melontarkan sindiran. Selain itu, ada alasan lain yang tak bisa diungkap, yakni gelar siswa baru peringkat pertama berhubungan dengan hak istimewa yang sangat berharga—tujuan utama Mo Long masuk ke Akademi Cahaya Perak.
Sebagai orang yang sangat ambisius, Mo Long rela mengorbankan banyak hal untuk menjadi yang pertama, bahkan secara cerdik memanfaatkan peluang agar nilainya melonjak, hingga dengan kekuatan Guru Pikiran Bintang Dua tingkat menengah dan Prajurit Genetik Bintang Dua tingkat akhir, ia nyaris merebut posisi puncak.
Sayangnya, ucapannya ibarat menggoda orang buta, karena Bai Yu sama sekali tak menanggapi seolah-olah tak mendengarnya. Masalah ini takkan selesai hanya dengan kata-kata, Bai Yu pun merasa tak perlu menjelaskan, toh penjelasan pun takkan dipercaya. Untuk apa membuang-buang tenaga berdebat? Lebih baik membuktikan dengan kekuatan, agar orang lain benar-benar tahu layakkah ia jadi yang utama.
Sebenarnya, tentang Akademi Cahaya Perak, Bai Yu sudah tahu banyak dari Organisasi Perdebatan Galaksi. Dalam tiga bulan masa pelatihan mendatang, Bai Yu harus mempertahankan posisinya dan mendapatkan seluruh hak istimewa sebagai siswa baru peringkat pertama.
Banyak yang kecewa dan diam-diam mengejek Bai Yu pengecut, semakin yakin dengan prasangka mereka. Liu Gang justru lega, segera menengahi, “Baik! Silakan lanjut ke berikutnya!”
Mungkin karena suasana tegang akibat Mo Long, setelah sesi perkenalan selesai, Liu Gang langsung mengumumkan pembubaran kelas. Siang ini tidak ada pelajaran, besok dan lusa juga bebas, dan baru tiga hari lagi perkuliahan resmi dimulai.
Keluar dari kelas, Zhong Hao menghibur Bai Yu, “Jangan hiraukan ocehan Mo Long, dia cuma iri saja. Kalau orang lain yang menemukan naga tanah emas, jangankan mendapat untung, bisa selamat pun sudah untung!”
“Aku juga tak peduli! Semua ini cuma demi hadiah untuk siswa baru peringkat pertama! Aku akan tunjukkan padanya, sesuatu yang bukan miliknya, seberapa pun ia menginginkannya, takkan pernah bisa ia dapat. Kesempatan berendam di Kolam Naga akan jadi milikku, tak seorang pun bisa merebutnya.” Bai Yu berkata tenang, namun di balik tutur katanya tersimpan keyakinan dan tekad yang tak tergoyahkan.
“Jadi, legenda itu benar adanya?” tanya Zhong Hao antusias mendengar tekad Bai Yu.
“Legenda apa?” Bai Yu kebingungan.
“Konon, di bawah tanah Akademi Cahaya Perak terdapat seekor naga yang kekuatannya dipakai untuk membentuk formasi rune ajaib demi memberi manfaat besar bagi para siswa dan guru. Air Kolam Naga dibuat dari darah naga dan tumbuhan spiritual pilihan, lalu diperkaya dengan kekuatan naga, sehingga setelah mandi di situ, bakat dan fondasi siswa bisa meningkat pesat,” ujar Zhong Hao dengan penuh semangat.
“Tak sehebat yang kamu bayangkan. Naga? Semua naga sejati pasti makhluk tingkat dewa di atas bintang sembilan, seluruh tubuhnya penuh harta karun. Kalau benar ada, kita takkan kebagian. Yang benar, di bawah Akademi Cahaya Perak memang ada seekor naga perak bintang tujuh, yang masih memiliki sebagian garis darah naga sejati—bisa dibilang naga air—dan menjadi salah satu fondasi akademi. Tapi naga perak itu bukan ditawan dalam formasi rune, melainkan sudah menjadi binatang kontrak Kepala Akademi. Kolam Naga hanya memanfaatkan kekuatan naga perak bintang tujuh yang tersebar, ditambah sedikit darah naga dan tumbuhan spiritual, lalu diolah menjadi cairan spiritual yang sangat berkhasiat.”
Bai Yu tersenyum dan menambahkan, “Konon, setelah mandi di Kolam Naga, peluang untuk menembus ke Prajurit Genetik Bintang Empat bisa meningkat tiga puluh persen. Karena itulah kesempatan ini sangat berharga, jadi wajar kalau Mo Long sangat menginginkannya.”
“Wah! Kepala Akademi kita hebat sekali, punya naga perak! Naga bintang tujuh, kekuatannya pasti tak kalah dengan Prajurit Genetik bintang delapan!” ujar Zhong Hao penuh kagum.
Bai Yu menggeleng pelan. Meski Kepala Akademi Cahaya Perak sangat misterius, bahkan jenis kelaminnya saja masih menjadi perdebatan di luar sana, namun menurut informasi yang didapat Bai Yu dari Organisasi Perdebatan Galaksi, Kepala Akademi adalah Prajurit Genetik bintang delapan sekaligus Guru Pikiran bintang tujuh tingkat puncak—salah satu tokoh terkuat di Bintang Cahaya Utara.