Sungai agung membentang, waktu tiada berujung, para dewa membuka wilayah baru, Burung Raksasa Kunpeng terbang menembus langit, ramuan agung menelan segala makhluk, seorang pemuda melangkah keluar dari Alam Liar, menjadikan langit dan bumi sebagai papan catur...
Bab 1 – Ayahku Mendukungku
“Ada apa?” Di depan halaman rumah, seorang wanita muda memandang dengan cemas ke arah pria paruh baya yang menggendong sosok kurus di pelukannya.
Sosok di pelukan sang pria tampak mengalami luka cukup parah, darah menetes dari telapak tangannya, meninggalkan jejak yang membentang dari kejauhan hingga ke pintu halaman.
“Tidak apa-apa, dia cuma dipukuli oleh beberapa bocah sampai pingsan!” Pria paruh baya itu tampak sangat serius, seolah sejak dulu memang begini, kaku dan dingin tanpa ekspresi.
“Kamu ini, jelas-jelas sangat khawatir pada anak kita, tapi selalu saja menahan perasaan. Sekarang, dia sudah berusia belasan tahun, tapi masih saja menghindarimu!” Wanita muda itu menghela napas lega setelah tahu anaknya baik-baik saja, lalu mulai mengeluhkan sikap suaminya.
“Hmph, ibu yang terlalu lembut membuat anak jadi lemah! Kalau aku jadi dia, bocah-bocah itu pasti sudah kubuat pantatnya lecet!” Pria itu menunjukkan sedikit kemarahan.
“Sudahlah, kamu hanya bisa bicara. Sekarang kondisi keluarga Lu…” Wanita muda itu menghela napas panjang. “Ayahmu sedang berusaha merebut posisi kepala keluarga, sedangkan anak-anak kecilnya juga sering mem-bully anak kita!”
“Tenang saja, meski anak kita cukup nakal, tapi karakternya lebih keras dari aku. Suatu hari nanti, pencapaiannya pasti tak kalah dariku!” Pria itu melambaikan tangan, tak terlalu memperdulikan.
“Benarkah ia akan mampu mengatasi semua rintangan?” Wanita itu terkejut. Selama bertahun-tahun, ini pertama kalinya ia mendengar Lu Yunfeng begitu memperhatik