Bab Enam Puluh Delapan: Berubah Demi Dirimu
“Sungguh lucu. Kau juga bisa mencintai? Aku selalu mengira kau hanyalah wanita yang mementingkan keuntungan semata!” seru Qianjun sambil tertawa, nadanya penuh sindiran. Ia merasa Xie Daifei sedang merendahkan makna kata “cinta”.
“Aku tahu kau pasti tidak percaya. Itu memang sudah kuduga...” Xie Daifei tidak marah ataupun malu karena tawa Qianjun. Ia hanya menghela napas pelan tanpa membantah lebih lanjut. Tiba-tiba ia merasa sangat sedih. Ia selalu mengira bisa mengabaikan pandangan orang lain tentang dirinya. Namun, ternyata ia salah. Setidaknya, pendapat Qianjun sangat berarti baginya. Ia benar-benar peduli.
Selain itu, ini adalah kali pertama ia mengungkapkan pada seorang pria bahwa ia telah jatuh cinta padanya! Meski ia berusaha mengatakannya dengan santai, hanya Tuhan yang tahu betapa besar keberanian yang ia kumpulkan. Sayangnya, perasaan cintanya sama sekali diabaikan oleh pria kuat di hadapannya ini.
Sebenarnya ia sangat ingin mengatakan bahwa ia tidak menyukai Qianjun karena statusnya. Namun, ia tahu pria itu takkan pernah percaya, dan yang didapatkan hanyalah lebih banyak ejekan.
Xie Daifei tidak melanjutkan pembicaraan mengenai cinta, melainkan mengalihkan topik, “Apa kau berencana terus menyembunyikan semuanya dari Zhiruo, terus berpura-pura menjadi orang biasa?”
“Aku memang berniat begitu. Tapi aku tahu itu mustahil, jadi... aku sedang mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya.” Qianjun mematikan rokok di tangannya.
“Setelah Tahun Baru, kau akan pergi ke mana? Aku tidak percaya waktumu akan terus dihabiskan untuk pekerjaan sepele seperti pelayan. Itu adalah dirimu yang dulu, bukan yang sekarang.”
“Aku akan pergi ke Hong Kong.”
“Ke Hong Kong?” Mata Xie Daifei langsung berbinar, wajahnya yang murung mendadak ceria. “Ke Hong Kong untuk apa? Berapa lama kau akan di sana?”
“Aku tidak bisa memberitahumu.”
“Begitu, ya!” Xie Daifei tersenyum, senyumnya semekar bunga kenanga yang memancarkan cahaya di bawah lampu, “Setelah Tahun Baru, aku juga berencana ke Hong Kong. Menjadi manajer Yanyu.”
“Kau juga ke Hong Kong?” Qianjun mengerutkan dahi. “Bukankah Shen Yanyu sudah punya manajer? Dan katanya dia orang besar di Hong Kong.”
“Dulu memang begitu. Tapi jika aku sudah mengatakan akan menjadi manajer Yanyu, maka pasti akulah orangnya. Yanyu pasti setuju. Sejak kecil, kami sudah menjadi pasangan yang sangat cocok.”
Xie Daifei berbicara dengan mantap, matanya bersinar penuh keyakinan. Maksudnya sangat jelas, sebenarnya ia tidak berniat ke Hong Kong. Ayahnya sudah menyiapkan pekerjaan mapan dan nyaman di bank untuknya. Namun demi Qianjun, ia mengubah keputusannya.
Kenapa berubah? Xie Daifei yakin, selama Qianjun bukan orang bodoh, ia pasti bisa menebak alasannya.
Qianjun tidak berkata apa-apa. Ia hanya memandang bintang-bintang di luar jendela dengan pandangan kosong. Lalu ia menoleh ke arah Xie Daifei, dan mendapati Xie Daifei sedang menatapnya juga. Matanya memancarkan tekad dan keberanian. Qianjun tiba-tiba merasa takut pada wanita ini, ia pun segera berbalik dan pergi dengan sedikit tergesa-gesa.
Terkadang, wanita ini benar-benar sulit dipahami oleh Qianjun.
Keesokan harinya, sepupu Shen Yanyu, Qiu Zhengling, datang menemuinya dan mengajaknya bertemu dengan staf dari Perusahaan Huang Ying yang datang dari Hong Kong.
Shen Yanyu mengajak ketiga sahabat perempuannya, bahkan Qianjun pun tak luput. Qiu Zhengling saat melihat Qianjun, matanya langsung menyipit tajam, sorot matanya dingin penuh kebencian. Jelas, ia masih menyimpan dendam atas kejadian saat ulang tahun Shen Yanyu, di mana temannya dipukuli habis-habisan oleh Qianjun. Kini melihat Qianjun juga datang ke Guangzhou, ia tersenyum diam-diam, penuh tipu muslihat dan keburukan.
Qiu Zhengling adalah seorang perwira militer, ia bukan tipe yang suka menindas yang lemah. Tapi ia juga masih muda, dan darah muda selalu membawa keangkuhan serta keinginan untuk membalas dendam. Karena itu, Qiu Zhengling tidak berniat membiarkan Qianjun pergi dari Guangzhou tanpa pelajaran.
Membunuhnya? Tentu tidak! Namun, ia akan memberinya pelajaran yang setimpal.
Beberapa tokoh besar dari Hong Kong juga menginap di Hotel Otis. Saat Qiu Zhengling mengantar para gadis ke sana, para tamu sudah menunggu di ruang VIP.
Kali ini, Huang Ying Group mengirimkan tim yang sangat kuat dan profesional, menunjukkan minat besar pada Shen Yanyu. Shen Yanyu pernah mempublikasikan karyanya secara anonim di internet. Meski suaranya polos tanpa rekayasa, tetap mampu memikat hati siapa pun. Bahkan, lagu ciptaan Shen Yanyu sendiri sempat menempati lima besar di tangga lagu Baidu. Jika nanti diluncurkan oleh Huang Ying Group, sulit membayangkan puncak apa yang bisa dicapai Shen Yanyu.
Tak seorang pun bisa menghitung pasti nilai Shen Yanyu di dunia musik, tapi yang tak terbantahkan, ia pasti akan menjadi bintang baru yang bersinar terang dan gemilang di industri musik berbahasa Mandarin!