Enam tahun lalu, pewaris utama keluarga Xu melarikan diri layaknya anjing yang kehilangan rumah. Kini, ia kembali sebagai sosok yang kuat dan tak terkalahkan. Ia mampu melindungi negeri dan keluarganya, juga menjaga orang-orang tercinta di sisinya. Dendam maupun kebaikan, semua harus dibalas!
“Panglima Selatan, ini adalah surat penyerahan dari negara musuh. Mereka bersedia menyerahkan tiga ribu li wilayah demi penarikan mundur pasukan kita dari Perbatasan Selatan.”
“Mereka yang dulu berani memprovokasi Negeri Naga yang agung, kini setelah dihajar habis-habisan oleh Panglima Selatan hingga lari tunggang langgang, hanya bermodalkan tiga ribu li wilayah ingin berdamai? Sungguh menggelikan!”
Di ruang rapat komando zona perang Perbatasan Selatan Negeri Naga, sebelas perwira tinggi serempak menatap ke arah sosok muda di kursi utama, mengenakan seragam militer, bermata tajam dan berwajah tegas. Mata mereka penuh kekaguman membara.
Ia adalah Xu Nan, Panglima Utama Perbatasan Selatan!
Enam tahun lalu, ia datang ke perbatasan sebagai buronan, melangkah naik dari pasukan terdepan yang hanya dijadikan umpan, membalik keadaan lemah Perbatasan Selatan. Enam tahun bertempur tiada henti, ia seorang diri menumbangkan sembilan Jenderal Besar negara musuh, membuat seluruh pasukan lawan ciut ketakutan, hingga akhirnya mereka menyerah seperti sekarang.
Para perwira sibuk berdiskusi, namun semua paham, keputusan akhir tetap berada di tangan pemuda yang baru berusia dua puluh enam tahun ini, yang sudah menyandang gelar panglima.
Tok… tok… tok…
Xu Nan belum bicara, hanya mengetuk-ngetukkan jarinya perlahan di atas meja rapat.
Ia tidak terburu-buru membuat keputusan.
Ia menunggu.
Menunggu orang itu tunduk, jika tidak, perang ini tak akan berakhir begitu saja.
Brak!
Tiba-tiba, pintu ruang rapat didorong terbuka.