Bab 119: Dalang di Balik Layar
Su Ruoyan mendorong pintu mobil dan keluar. Dia menatap pemandangan di depannya dengan rasa tidak percaya, lalu menoleh ke arah Chen Feng seolah-olah dia tidak mengenal pria itu. Dia menatap tajam ke wajah Chen Feng, lalu dengan gesit meraih tangan pria itu dan memeriksanya dari atas ke bawah.
Setelah melihat tidak ada satu pun goresan di tangan Chen Feng, hatinya pun tenang.
"Kamu... kamu... sejak kapan kamu... jadi sehebat ini?" Kilatan kekaguman muncul di mata indah Su Ruoyan.
"Demi melindungimu, aku akan menjadi jauh lebih hebat lagi," jawab Chen Feng dengan senyum tipis dan tatapan penuh kasih sayang.
"Apa... apa yang kamu katakan..." Meskipun mereka sudah lama menikah, kata-kata Chen Feng kali ini tetap membuat jantung Su Ruoyan berdegup kencang.
Pada saat itu, para pekerja mulai bangkit satu per satu. Dengan ketakutan, mereka menatap Chen Feng dan hendak berbalik melarikan diri.
"Berhenti," ucap Chen Feng datar.
Srak!
Puluhan pekerja itu serentak menghentikan langkah mereka.
Tak, tak, tak...
Chen Feng melangkah mendekati mereka, sementara puluhan pekerja tersebut mundur selangkah demi selangkah.
Wus!
Seorang pekerja yang berdiri paling jauh tidak tahan lagi. Dia langsung lari terbirit-birit menjauh.
Hmph!
Chen Feng mendengus dingin. Dia menghentakkan kakinya ke tanah, membuat sebutir kerikil melesat ke udara. Detik berikutnya, dia menyepak kerikil itu.
Wus!
Batu kecil itu melesat layaknya peluru, menempuh jarak puluhan meter dalam sekejap, dan tepat menghantam lutut pekerja yang melarikan diri tadi.
Aduh!
Pekerja itu menjerit kesakitan dan jatuh ke tanah, tak mampu berdiri lagi.
Wajah para pekerja lain makin memucat. Kini, tidak ada lagi yang berani melarikan diri! Mengapa orang yang tiba-tiba muncul ini begitu kuat? Apakah dia seorang praktisi bela diri legendaris? Mereka hanya disewa untuk menukar material secara diam-diam, bagaimana mungkin mereka sampai memancing kemarahan seorang praktisi bela diri? Para pekerja itu merasa putus asa.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Chen Feng dingin.
"Ti... tidak ada yang menyuruh kami!" jawab sang pemimpin pekerja dengan leher yang kaku. Meskipun pria di depannya ini hebat dalam bertarung, mana mungkin dia berani membunuh mereka?
Chen Feng mencibir ke arah sang pemimpin pekerja, lalu berjalan lurus menuju bagian depan truk. Di dalam kabin pengemudi, sang sopir mengunci pintu rapat-rapat dan berpura-pura mati, tidak berani keluar.
Chen Feng meraih gagang pintu truk dan menariknya dengan kuat.
Bum!
Pintu truk besar itu berhasil ditarik lepas oleh Chen Feng hanya dengan satu tangan, seolah-olah pintu tersebut terbuat dari kertas, bukan baja! Chen Feng melempar pintu itu ke samping.
Brak!
Pintu besi yang berat itu jatuh menghantam tanah, menimbulkan kepulan debu. Para pekerja yang menyaksikan pemandangan itu menjadi pucat pasi. Saat Chen Feng menyerang mereka tadi, dia jelas-jelas menahan diri. Jika dia menggunakan kekuatan penuh, bagaimana mungkin mereka bisa bangkit kembali? Pria ini, semakin dilihat, semakin tampak seperti orang gila di dalam film-film!
Pintu truk sudah terbuka, pengemudi itu tidak bisa lagi bersembunyi. Chen Feng menariknya keluar.
"Siapa yang menyuruh kalian? Siapa pun yang bicara, dia akan selamat! Siapa yang diam, akan bernasib sama dengan pintu ini!" seru Chen Feng dingin. Dia kemudian menginjak pintu besi yang tadi dilepasnya.
Bum!
Pintu baja yang berat itu penyok sedalam tiga inci akibat injakan Chen Feng!
Gluk!
Semua orang terperangah, menelan ludah dengan susah payah. Jika injakan seperti itu mendarat di tubuh mereka, apakah organ dalam mereka masih akan utuh? Mungkin mereka akan langsung tewas di tempat!
Sopir truk itu ketakutan setengah mati dan berteriak, "Saya akan bicara, saya akan bicara! Tapi saya tidak tahu namanya!"
Para pekerja lain juga ikut mengaku, "Kami hanya tahu dia bermarga Zhang, kami benar-benar tidak tahu nama lengkapnya! Namun, setiap kali kami selesai menukar material, Tuan Zhang akan datang dengan truk lain untuk mengangkut material asli dan meninggalkan material palsu yang baru. Kami hanya dibayar untuk bekerja, sisanya kami benar-benar tidak tahu!"
Begitu ada yang mulai bicara, yang lain pun berebut untuk mengaku.
"Bermarga Zhang? Heh, kalau begitu aku akan menunggunya di sini," cibir Chen Feng.
Sebelumnya, Shen Hong memberitahunya bahwa material di lokasi proyek Jalan Langit Jiangcheng mengandung banyak barang palsu dan cacat. Chen Feng baru saja menelepon Su Ruoyan karena ingin membahas masalah ini. Begitu sampai di lokasi, hanya dengan melirik sekilas, Chen Feng langsung mengerti. Pasti ada seseorang di balik layar yang diam-diam menukar material berkualitas dengan barang palsu, lalu menjual material aslinya untuk keuntungan pribadi.
Awalnya, Chen Feng mengira dalangnya adalah orang dalam keluarga Su. Namun menurut keterangan para pekerja, dalang di balik semua ini bermarga Zhang!
Su Ruoyan mengerutkan kening. Selain keluarga Su, Perusahaan Properti Su juga merekrut staf lain, tetapi tidak ada yang bermarga Zhang. Siapa sebenarnya 'Tuan Zhang' ini?
Selanjutnya, Chen Feng dan Su Ruoyan memarkir dua mobil Audi perak mereka di tempat tersembunyi, lalu berdiri di balik truk, menunggu kedatangan 'Tuan Zhang' yang disebut-sebut para pekerja.
Sekitar satu jam kemudian, sebuah truk perlahan masuk dan berhenti di lapangan kosong.
"Apa yang terjadi? Mengapa truk ini belum pergi? Cepat jalankan! Apa kalian tidak takut ketahuan? Yang lain, cepat bongkar muat!" teriak seorang pria yang melompat turun dari truk, membentak sopir dan para pekerja.
"Sayangnya, sudah ketahuan," sebuah suara tenang terdengar dari balik truk besar. Chen Feng perlahan melangkah keluar. Di sampingnya, Su Ruoyan yang tidak sabar segera berlari ke depan dan menatap pria itu dengan penuh amarah. Namun, saat melihat wajah pria itu, kening Su Ruoyan justru semakin berkerut. Dia tidak mengenal pria ini!
"Ruoyan, biar aku saja. Dia kenalan lamaku," ucap Chen Feng dengan senyum tipis, menahan Su Ruoyan di belakangnya.
"Chen Feng! Sialan kau! Ini bukan urusanmu! Enyahlah kau dari sini!" teriak pria itu dengan gigi terkatup saat melihat Chen Feng, penuh kebencian seolah-olah mereka memiliki dendam kesumat.
"Hehe, Zhang Xiaofeng, aku penasaran, bagaimana tanganmu bisa masuk ke dalam Perusahaan Properti Su?" tanya Chen Feng datar.
Ternyata, 'Tuan Zhang' ini tidak lain adalah Zhang Xiaofeng! Mantan kepala departemen pemasaran Properti Fengyan yang dipecat oleh Shen Hong!
"Apa yang kalian tunggu? Serang dia! Pukuli anak ini sampai cacat! Kebetulan sekali hari ini aku bisa sekalian melunasi hutang lama dengannya!" teriak Zhang Xiaofeng dengan seringai kejam kepada para pekerja. Dia sudah membayar para pekerja itu dengan jumlah besar, dan dia ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menghajar Chen Feng demi melampiaskan amarah masa lalunya.
"Kenapa? Kenapa kalian tidak bergerak? Siapa yang berhasil menjatuhkan anak ini ke tanah pertama kali, akan kuberi bonus seribu dolar!" teriak Zhang Xiaofeng yang mengerutkan kening karena melihat para pekerja itu tetap diam.