Bab 36: Sebuah Sandi, Bagaimana Rasanya?
Halaman (1/3)
【Ting! Selamat, Tuan Rumah telah menyelesaikan tugas membantah lawan. Hadiah telah diberikan. Nilai keharmonisan bertambah satu poin.】
Setelah menerima hadiah, Su Ming sangat girang. Ia bahkan memeluk erat Luo Mengxi, lalu mengecupnya.
Luo Mengxi mengeluarkan suara lirih. Wajahnya seketika memerah karena malu.
“Untuk apa kau memelukku? Cepat lepaskan.”
Su Ming tertawa terbahak-bahak. “Kau sudah keluar untuk membantuku, jadi aku berterima kasih dengan memelukmu. Memangnya kenapa? Lagi pula, sekarang kau adalah istriku. Aku ingin memelukmu sesuka hatiku.”
Mendengar ucapan Su Ming, Luo Mengxi pun berhenti meronta.
Su Ming sama sekali tidak berniat melepaskannya. Ia merasa jurus yang dilancarkan Luo Mengxi tadi sungguh indah.
Ia memeluk Luo Mengxi erat-erat, lalu mendekatkan bibir ke telinga kirinya dan berbisik, “Tenang saja. Jika aku bisa menembus tingkat kultivasi, aku pasti bisa membantumu melakukan hal yang sama. Jadi, mulai sekarang, kau harus bekerja sama denganku dengan baik.”
Mendengar perkataan Su Ming, hati Luo Mengxi langsung dipenuhi kegembiraan.
“Aku benar-benar bisa menembus tingkat kultivasi?”
Su Ming tidak menjawab. Ia justru langsung mencium bibir mungil Luo Mengxi.
Luo Mengxi seketika terpaku, lalu perlahan larut dalam ciuman itu.
Di dekat pintu masuk aula, Yin Lanying tampak kebingungan.
“Kakak Mu Yushu, mengapa tadi kita tidak keluar?”
Mu Yushu tersenyum tipis. “Tadi suami kita sudah memberiku isyarat agar kita tidak keluar.”
Yin Lanying mengerucutkan bibirnya, masih sangat tidak mengerti.
“Tapi Kakak Mengxi dan yang lainnya sudah keluar. Kalau kita tidak ikut keluar, bukankah itu agak aneh? Rasanya kita seperti tidak bisa membantu suami dalam hal apa pun.”
Mu Yushu mendekat ke telinga Yin Lanying, lalu berbisik, “Kau masih belum mengerti? Aku dan kau sama-sama sangat memercayai suami kita. Namun, Luo Mengxi belum sepenuhnya memercayainya.”
Yin Lanying tampak terkejut. “Bukankah dia hendak menikah dengan suami? Mengapa dia tidak memercayainya?”
Mu Yushu menggeleng. “Dia ingin menikah dengan suami karena memiliki tujuan tersendiri. Karena itu, suami berniat lebih sering berinteraksi dengannya dan berusaha menaklukkannya.”
Yin Lanying pun tampak mengerti.
Di dekat pintu, You Wenyang dan yang lainnya telah bangkit.
Jia Deqi membawa seorang pengawal keluarga You untuk menopang You Wenyang.
Ia sama sekali tidak menyangka Su Ming ternyata sehebat itu hingga mampu melukai You Wenyang.
“Mundur! Cepat mundur!”
You Wenyang berteriak keras dengan raut wajah penuh ketakutan.
Para penghuni rumah di sekitar tempat itu terkejut saat melihat You Wenyang dan rombongannya pergi.
Tak lama kemudian, kabar bahwa Su Ming telah mengusir You Wenyang dan yang lainnya pun tersebar ke seluruh Kota Taihao.
Halaman (1/3)
Halaman (2/3)
Setelah mengetahui kejadian tersebut, Xin Zhijie segera membawa orang-orangnya ke Kediaman Taihang.
Namun, karena Su Ming telah menyampaikan bahwa selama beberapa hari ini ia tidak menerima tamu, Xin Zhijie dan rombongannya tidak bisa masuk.
Luo Ming tiba di tempat itu. Melihat Xin Zhijie dan yang lainnya tidak dapat masuk, ia segera menghampiri mereka untuk bertanya.
“Kalian pasti bersaudara dari keluarga Xin, bukan?”
Xin Zhijie menatap Luo Ming dengan penuh kewaspadaan. “Siapa kau?”
Luo Ming segera memperkenalkan identitasnya, sekaligus menyampaikan bahwa ia ingin berkenalan dengan Su Ming dan berniat menjual obat-obatan kepadanya.
Setelah mengetahui hal itu, Xin Zhijie baru mengangguk.
“Kakak Su tidak menerima tamu selama beberapa hari ini. Kau tidak akan bisa menemuinya sekarang. Sebaiknya tunggu beberapa hari lagi.”
Xin Zhiyuan segera menarik lengan Xin Zhijie.
“Kak, aku mendengar sebuah kabar. Katanya Su Ming sedang mencari mak comblang karena ingin menikahi beberapa istri. Kalau kita membantu mencarikan calon untuknya, apakah mungkin dia bersedia menemui kita lebih awal?”
“Ada kabar seperti itu?” Xin Zhijie tampak terkejut. Ia benar-benar tidak mengetahui hal tersebut.
Begitu mendengarnya, Luo Ming langsung merasa sangat tertarik. “Dia ingin menikah? Kebetulan sekali. Aku bisa membantu mencarikan calon untuknya.”
Ia segera memanggil para pengikutnya dan memerintahkan mereka untuk mengurus hal itu.
Xin Zhijie melirik Luo Ming dengan sudut bibir terangkat.
“Anak muda, kau cukup cerdik juga. Namun, apa kau tahu wanita seperti apa yang ingin dicari Kakak Su?”
Luo Ming terkekeh. “Tidak tahu! Tapi orang-orang di sekitar sini sudah mengatakan bahwa kediamannya dipenuhi wanita cantik. Jadi, kalau aku menyuruh orang mencari wanita cantik, pasti sudah benar.”
Xin Zhijie mengernyitkan dahi. Ia tidak berani menunda lebih lama, lalu melambaikan tangan dan menyuruh Xin Zhiyuan mengerahkan orang untuk mencari calon yang sesuai.
Namun, dibandingkan dengan itu, Luo Ming harus mengirim orang kembali ke Kota Tianqu untuk mencari calon, sehingga perjalanannya jauh lebih panjang.
Menjelang petang, Xin Zhiyuan kembali dengan membawa dua orang wanita.
Melihat Xin Zhiyuan telah menyelesaikan tugasnya, Xin Zhijie segera memujinya.
Luo Ming tampak iri, tetapi ia juga tidak memiliki cara yang lebih baik.
Xin Zhiyuan melirik Luo Ming dengan tatapan menantang, lalu segera bertanya kepada Xin Zhijie, “Kak, apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Xin Zhijie menyipitkan mata. “Tentu saja mengetuk pintu.”
Xin Zhiyuan segera menyuruh seseorang mengetuk pintu.
Setelah mengetahui niat kedua bersaudara dari keluarga Xin itu, Yu Xiaoqiong segera melaporkannya kepada Su Ming.
Saat itu, Su Ming sedang menyiapkan hidangan panggang di halaman bersama Mu Yushu dan yang lainnya.
Begitu mendengar bahwa kedua bersaudara dari keluarga Xin sedang menunggu di depan pintu, ia segera melambaikan tangan kepada Yu Xiaoqiong.
“Biarkan mereka masuk.”
Halaman (2/3)
Halaman (3/3)
Begitu mendengar bahwa akan ada pria lain yang masuk, Luo Mengxi segera mengusulkan agar mereka mengenakan cadar.
Maka, Luo Mengxi dan beberapa wanita lainnya pun segera memakai cadar.
Tak lama kemudian, kedua bersaudara dari keluarga Xin dibawa masuk oleh Yu Xiaoqiong.
Saat melihat Su Ming sedang memanggang makanan di halaman, kedua saudara itu langsung tercengang.
Tentu saja, mereka juga sangat terkejut ketika melihat Mu Yushu dan yang lainnya.
Mereka tidak pernah menyangka bahwa di kediaman Su Ming ternyata terdapat begitu banyak wanita jelita yang tiada duanya.
Untuk sesaat, mereka merasa sangat iri kepada Su Ming.
Su Ming terkekeh. “Kalian duduklah di sini.”
Setelah menerima perintah itu, kedua saudara keluarga Xin segera berjalan mendekat dan duduk.
Sementara itu, kedua wanita yang datang bersama mereka berdiri dengan wajah tegang.
Su Ming melirik keduanya, lalu menatap Luo Mengxi.
“Bagaimana menurutmu?”
Luo Mengxi mengamati kedua wanita itu, kemudian mengangguk pelan.
“Lumayan. Selain itu, keduanya masih perawan.”
Mendengar itu, wajah Su Ming langsung dipenuhi kegembiraan. Ia segera melambaikan tangan kepada kedua wanita tersebut, memberi isyarat agar mereka memperkenalkan diri.
Seorang wanita berwajah bulat telur dengan tubuh semampai segera memperkenalkan dirinya dengan terbuka.
“Aku berasal dari Kota Taihao. Namaku Gu Qiaoling. Aku tidak memiliki banyak tuntutan. Aku hanya berharap calon suamiku kelak bersedia memberi keluargaku beberapa pil obat.”
Wanita lain yang tubuhnya lebih mungil dan berwajah bulat tampak agak gugup.
“Aku juga berasal dari Kota Taihao. Namaku Shen Miaoyu. Ibuku sangat mementingkan uang dan bahan obat. Jadi, asalkan calon suamiku kelak memberikan semua itu kepada keluargaku, aku sudah puas.”
Su Ming mengangguk puas. “Semua itu bukan masalah. Aku bisa menjanjikannya kepada kalian.”
“Ayo, duduklah di sini.”
Baru setelah Su Ming melambaikan tangan, Gu Qiaoling dan Shen Miaoyu maju lalu duduk.
Begitu melihat mereka, Mu Yushu segera menggenggam tangan kedua wanita itu.
“Kalian sungguh cantik.”
Keduanya tampak sangat malu, tetapi mereka juga menggelengkan kepala kepada Mu Yushu.
Gu Qiaoling memandang Mu Yushu dengan penuh iri. “Kakaklah yang benar-benar cantik. Kakak terlihat seperti seorang bidadari.”
Shen Miaoyu segera mengangguk setuju. “Benar! Aku belum pernah melihat orang secantik Kakak.”
Halaman (3/3)