Bab 27: Tidak Perlu Berterima Kasih, Adik Lanying
Semua orang terperangah.
Sebab, mereka semua telah menyadari bahwa tingkat kultivasi Mu Yushu sangatlah tinggi. Seandainya tidak ada Luo Ming dan wanita berbaju hijau yang muncul belakangan, Mu Yushu seorang diri pun sudah lebih dari cukup untuk melumpuhkan Ji Changda beserta para pengawal keluarga Ji. Tak ada yang menyangka bahwa sosok Mu Yushu yang tampak lembut itu ternyata adalah yang terkuat di antara mereka semua.
Wanita berbaju hijau itu melangkah cepat ke hadapan Mu Yushu. "Kakak, kamu hebat sekali! Namaku Yin Lanying, panggil saja aku Lanying."
Luo Ming pun berjalan mendekati Mu Yushu. Ia merasa sangat terpukau. Awalnya, ia mengira dirinya bisa beraksi sebagai pahlawan dan menuai sorakan dari kerumunan. Bagaimanapun, itulah yang biasa ia lakukan sebelumnya hingga kerap mendapat tepuk tangan dan julukan "Pendekar Muda Luo". Namun, kini ia menyadari bahwa tindakannya tadi terasa agak berlebihan.
"Kakak ini, hebat sekali dirimu!"
Mu Yushu mengangguk kepada keduanya sembari tersenyum tipis. "Terima kasih atas bantuan kalian! Saya akan melaporkan hal ini kepada suami saya, dan dia pasti akan membalas budi kalian dengan hadiah yang berharga."
Begitu mendengar hal itu, Yin Lanying segera melambaikan tangan. "Kakak, kamu terlalu sungkan! Hadiah berharga tidak perlu. Aku hanya membantu sedikit saja, tidak usah repot-repot."
Luo Ming yang melihat itu pun segera mengangguk setuju. Mu Yushu tertegun sejenak, tidak menyangka keduanya menolak pemberiannya.
Pada saat itu, Ji Changda memuntahkan sedikit darah dengan raut wajah yang penuh keterkejutan. Ia tidak menyangka dirinya bisa dibuat muntah darah oleh Mu Yushu. Saat menatap Mu Yushu, amarahnya langsung meluap. "Perempuan sialan, beraninya kau melukaiku?"
Dua pengawalnya segera merangkak bangun dan memapah Ji Changda. Mereka tampak sangat gugup, sebab belum pernah melihat majikan mereka dalam kondisi semenyedihkan itu.
Mu Yushu memasang wajah masam. Ia sangat membenci orang bermulut kotor seperti Ji Changda, namun ia tidak terbiasa memaki, sehingga ia bingung harus berkata apa. Ketika melihat Ji Changda dibawa pergi oleh pengawalnya, barulah ia menghela napas lega.
Luo Ming juga merasa lega, namun matanya menatap ke arah kepergian Ji Changda dengan tatapan menghina. "Orang seperti dia saja berani memaki orang lain? Kakak, tidak perlu memikirkan orang seperti itu."
Mu Yushu mengangguk pelan. Tentu saja, ia tidak akan ambil pusing dengan orang seperti Ji Changda.
Luo Ming teringat sesuatu dan segera bertanya, "Ngomong-ngomong Kakak, apakah Anda tahu arah menuju Penginapan Naga Cendana? Saya berasal dari Kota Tianqu dan ini pertama kalinya saya datang ke Kota Taihao."
Mu Yushu segera menunjuk ke arah tertentu. "Terima kasih, Kakak!"
Luo Ming tertawa kecil, lalu berlari menuju arah yang ditunjukkan.
"Aku belum sempat berterima kasih padamu!" seru Mu Yushu, namun Luo Ming sudah menjauh.
Ia mendesah pelan, lalu menoleh ke arah Yin Lanying. "Adik Lanying, terima kasih atas bantuanmu. Aku tidak tahu apa yang kamu butuhkan, tapi jika ada yang bisa kubantu, aku pasti akan melakukannya."
Kebaikan sekecil embun harus dibalas dengan mata air! Meski Mu Yushu telah meninggalkan keluarga Mu, bukan berarti ia tidak tahu cara membalas budi. Karena Luo Ming dan Yin Lanying tidak menginginkan hadiah dari suaminya, ia tetap harus menunjukkan rasa terima kasihnya.
Yin Lanying mengatupkan bibir merahnya yang mungil, alisnya yang tipis sedikit berkerut. "Kakak, aku bahkan belum tahu siapa namamu. Aku juga bukan berasal dari Kota Taihao, aku dari Kota Kekacauan."
Mu Yushu tertegun, lalu segera mengangguk. "Namaku Mu Yushu! Tapi Adik Lanying, mengapa kamu bepergian sejauh ini sendirian?"
"Aku..." Yin Lanying memanyunkan bibirnya dengan raut wajah yang tampak sedih dan tak berdaya. "Kakak Yushu, aku kabur dari rumah. Bolehkah aku menginap di rumahmu selama beberapa hari?"
"Kabur dari rumah?"
Mu Yushu tercengang. Baginya, kabur dari rumah adalah perbuatan yang salah, mengingat ia adalah gadis yang selalu terkurung di dalam rumah dan tidak pernah berani memikirkan hal semacam itu.
Yin Lanying segera memohon, "Kakak Yushu, izinkan aku menginap beberapa hari saja. Begitu keluargaku tidak marah lagi, aku pasti akan kembali."
Melihat wajah Yin Lanying yang begitu memelas, Mu Yushu hanya bisa menghela napas dan menyetujuinya. Akhirnya, Mu Yushu membawa Yin Lanying kembali ke kediaman Taihang.
Tan Mingyue dan yang lainnya selalu berjaga di aula. Saat melihat Mu Yushu kembali, mereka segera membungkuk. "Nyonya Su!"
Namun, saat melihat Yin Lanying yang merupakan orang asing, mereka semua mengerutkan kening. Siapakah wanita ini?
Yin Lanying tampak penasaran memperhatikan seisi aula. Tepat saat Mu Yushu hendak mengajak Yin Lanying duduk untuk minum teh, suara-suara erangan yang menggoda terdengar dari kamar samping timur. Hal itu membuat Mu Yushu merasa sangat malu. Yin Lanying masih seorang gadis suci, namun ia cukup mengerti apa arti suara tersebut.
"Kakak Yushu! Apa yang sedang terjadi?"
Mu Yushu tersenyum canggung dan segera melambaikan tangan. "Lanying, duduklah di sini dulu."
Ia kemudian menoleh ke arah Ling Xiaoyu dan segera memberi perintah. "Xiaoyu, Lanying adalah tamu, sekaligus penolong yang membela kita hari ini. Layani dia dengan baik di sini. Aku akan pergi melihat apa yang terjadi dengan suamiku."
Ling Xiaoyu segera mengangguk dan maju untuk menyeduh teh bagi Yin Lanying. Mu Yushu dengan wajah merona merah segera melangkah cepat menuju kamar samping timur. Begitu masuk, ia mendapati Su Ming dan Luo Mengxi masih dalam proses kultivasi ganda.
Kondisi fisik Luo Mengxi saat ini sudah tak tertahankan lagi. Jika dulu, Luo Mengxi tidak pernah memandang Su Ming sebelah mata, apalagi soal kemampuan ranjangnya yang ia remehkan hingga harus membiarkan Su Ming meminum obat. Namun kini, Luo Mengxi benar-benar terkejut. Tadi malam ia dan Su Ming telah berkultivasi sepanjang malam, dan setelah bangun pagi, Su Ming kembali merayunya hingga sekarang, padahal hari sudah hampir siang. Meskipun begitu, ia masih belum bisa memuaskan Su Ming.
"Su Ming, bagaimana bisa kau tiba-tiba menjadi begitu kuat?"
Su Ming tampak pasrah. "Saat bangun pagi tadi aku merasa lemas, jadi aku meminum setengah botol Cairan Jiwa Dewa Hehuan. Namun aku tidak menyangka, cairan yang diracik oleh sang ahli ini begitu hebat, aku benar-benar tidak bisa berhenti."
"Sekarang kau sudah tidak kuat, apa yang harus kulakukan?"
Luo Mengxi menatap Mu Yushu yang berdiri mematung di ambang pintu. "Yushu sudah kembali! Biarkan Yushu saja yang membantumu."
Su Ming segera menoleh dan mendapati Mu Yushu memang berdiri di pintu. Ia langsung menerjang dan memeluk Mu Yushu. Mu Yushu pun berseru kaget.
"Suami, jangan! Kita masih punya tamu di luar! Kamu... ah!"
Tak lama kemudian, keduanya tenggelam dalam proses kultivasi. Luo Mengxi menarik napas lega, ia bersusah payah merangkak ke samping, memberikan tempat di ranjang besar itu kepada Su Ming dan Mu Yushu. Namun, ia merasa bahwa Mu Yushu pun mungkin tidak akan sanggup memuaskan Su Ming.
Maka, ia segera berseru ke arah luar, "Mingyue, Jianxue!"
Tan Mingyue dan You Jianxue mendengar seruan Luo Mengxi, lalu segera berlari masuk ke dalam kamar samping timur. Namun, saat melihat kondisi Luo Mengxi yang tampak lunglai tak berdaya, mereka semua terperangah. Tan Mingyue melihat Su Ming dan Mu Yushu sedang berkultivasi di samping, ia pun tampak bingung.
"Ketua Sekte, apa yang terjadi? Mereka..."