Bab Dua: Nasihat Sang Guru
“Jika kelak kau mencapai puncak kekuatan, menembus ruang hampa dan memasuki Alam Abadi, kau harus mengumpulkan kembali jiwa dan ragaku, ingat itu baik-baik!
Meniti jalan kultivasi tidaklah mudah. Ingatlah untuk melangkah dengan mantap dan waspada agar tidak terjerumus ke dalam jalur kegelapan!
Sekarang, pergilah!”
Suara megah yang menggema laksana guntur perlahan menghilang, cahaya keemasan pun turut sirna.
Sekeliling kembali tenggelam dalam kegelapan tanpa batas.
“Muridmu, Chu Yang, akan selalu mematuhi ajaran Guru!”
Menghadap langit tempat cahaya keemasan lenyap, Chu Yang berlutut dengan penuh hormat, hatinya bergetar hebat.
Ia bangkit, memusatkan perhatian pada tubuhnya, lalu merenungkan aksara naga purba yang terukir di kepingan tulang emas dalam benaknya.
“Tahap pertama Kitab Naga Purba, penempaan otot!”
Setahu Chu Yang, para kultivator terbagi dalam sembilan tingkatan besar.
Yakni: Penempaan Otot, Pemurnian Tulang, Pemindahan Darah, Cahaya Spirit, Terbang di Langit, Istana Ungu, Bayi Ilahi, Rupa Dharma, dan Maha Suci!
Apa yang ada di atas Maha Suci, ia sendiri tidak tahu.
Di antara “Penempaan Otot” dan “Pemurnian Tulang”, kedua tahap ini menentukan batas atas kultivasi di masa mendatang, menjadi kunci paling penting.
Setelah mengamati sejenak, Chu Yang mulai mempraktikkan metode ini.
Ia memanfaatkan sedikit energi naga yang diwariskan oleh Naga Purba.
Beberapa puluh tarikan napas kemudian.
“Pletak pletok~”
Otot dan urat di tubuh Chu Yang mengeluarkan suara aneh, seperti naga agung yang menderu pelan, menggema di telinga.
...
“Jangan-jangan sampah itu sudah mati dipukuli?”
Melihat Chu Yang tergeletak tak bergerak di genangan darah, Yue Lingshuang berkata dengan sedikit cemas, “Kakak Luo, membunuh sesama murid di dalam sekte bisa berakibat dicabut kultivasi dan diusir dari perguruan.”
“Heh, orang lain mungkin iya, aku tidak.”
Luo Feiyun tersenyum bangga, lalu berkata, “Kakekku adalah Penegak Hukum di lingkaran dalam sekte, berkuasa besar. Membunuh murid luar yang tak berguna seperti dia, takkan jadi soal.”
Sambil berkata begitu, ia langsung merengkuh Yue Lingshuang ke dalam pelukannya dan tersenyum, “Adik, lalat pengganggu sudah mati, ayo kita lanjutkan lagi.”
“Aduh, Kakak Luo, kau nakal sekali…”
Tanpa peduli pada “mayat” Chu Yang yang tergeletak di samping, Yue Lingshuang merapat manja ke pelukan Luo Feiyun, menggoda dengan genit.
“Haha, yang lebih nakal belum mulai, loh.”
Luo Feiyun mencubit dagunya yang runcing, tertawa puas.
“Ayo, kita masuk ke kamar!”
Luo Feiyun mengangkat Yue Lingshuang, hendak membawanya masuk.
Namun saat itu, Yue Lingshuang melihat Chu Yang membuka matanya, menatapnya penuh kemarahan!
“Aaah!”
Yue Lingshuang terkejut, menunjuk Chu Yang dan berteriak, “Sampah itu belum mati!”
Tapi ia segera sadar, tubuh Chu Yang terluka parah, jika tak mati pastilah sudah cacat.
Tak perlu ditakuti.
“Masih berani menatapku!”
Yue Lingshuang mendengus meremehkan, “Dantiammu sudah hancur, kau sudah jadi orang cacat. Berani menatapku lagi, akan kucungkil matamu!”
“Belum mati?”
Luo Feiyun juga terkejut, “Sampah ini memang beruntung.”
“Perempuan jalang!”
Chu Yang mengaum marah, bangkit dan menerjang ke arah mereka, “Mati kalian!”
Braak!
Aura Chu Yang meledak, tekanan qi-nya menggetarkan!
Kekuatan Penempaan Otot tingkat tinggi terpampang nyata!
Otot dan urat membentang, darah berdesir, satu pukulan mengguncang segala penjuru!
“Bagaimana bisa…”
Dalam sekejap, pikiran Luo Feiyun kacau dan ketakutan!
Padahal ia yakin telah menghancurkan dantian Chu Yang dengan pedangnya, seharusnya kekuatannya lenyap, kenapa malah lebih kuat dari sebelumnya?
Tak sempat berpikir, Chu Yang sudah menerjang mendekat.
Luo Feiyun buru-buru melemparkan Yue Lingshuang ke depan untuk menghalangi, lalu mundur menghindar!
“Aaah!”
Tanpa diduga, Yue Lingshuang menjerit ketika dilempar.
Chu Yang meraih dan mencengkeram leher rampingnya, tatapan membunuh menancap padanya.
“Jangan... jangan bunuh aku...”
“Aku salah, Chu Yang, aku tak seharusnya mengkhianatimu…”
“Aku janji akan setia padamu…”
Dalam ketakutan menghadapi maut, Yue Lingshuang memohon dengan suara bergetar, penuh ketakutan.
Wajah Chu Yang sedingin es, teringat betapa dulu dirinya pernah terpesona oleh perempuan seperti ini, ia pun merasa muak.
“Bukan karena kau sadar salah.”
“Kau hanya tak ingin mati.”
Chu Yang mendengus, menggenggam leher Yue Lingshuang makin erat hingga terdengar suara berderak.
Rasa sakit dan sesak menenggelamkan Yue Lingshuang.
Aroma kematian menyelimuti!
“Jangan... jangan bunuh aku...”
Merasakan niat membunuh Chu Yang, Yue Lingshuang semakin panik, meronta sekuat tenaga, “Kakak Luo, tolong aku...”
“Chu Yang, lepaskan dia!”
Luo Feiyun mengacungkan pedangnya ke arah Chu Yang, membentak, “Berani menyentuh perempuan milikku, kau bosan hidup rupanya! Cepat lepaskan, kalau tidak kau akan mati tanpa kuburan!”
Ia sadar, Chu Yang pasti menggunakan teknik terlarang untuk sementara mendapatkan kekuatan.
Begitu efeknya habis, Chu Yang akan jadi domba siap disembelih!
“Tak usah terburu-buru, kubunuh dia dulu, baru kau.”
Begitu kata-kata itu selesai, Chu Yang memuntir tangannya!
Krak!
Terdengar suara leher patah!
Wajah Yue Lingshuang yang sebelumnya penuh ketakutan dan tidak rela membeku, kepalanya terkulai lemas.
Lehernya patah, mati dengan mata terbuka!
“Mati kau!”
Menyaksikan Yue Lingshuang tewas, Luo Feiyun marah besar!
Perempuan itu belum puas ia nikmati, kini Chu Yang berani membunuhnya di depan matanya, benar-benar kelewat berani!
“Pedang Petir Langit, MATI KAU!”
Luo Feiyun membentak, mengayunkan Pedang Petir, semburan energi pedang menggetarkan udara, menghantam ke arah Chu Yang!
Di matanya terbersit kebanggaan dan kebengisan, seolah sudah melihat Chu Yang tewas terpotong.
Namun, sesaat kemudian ia terpana.
Ting!
Pedang Petir yang menebas itu justru terjepit di antara dua jari Chu Yang!
“Hmph! Akan kupotong dua jarimu dulu!”
Luo Feiyun menyeringai, memutar gagang pedang, berusaha mematahkan jari Chu Yang!
Namun, sekuat apapun ia mencoba, Pedang Petir tetap tak bergeming.
“Apa…”
Wajah Luo Feiyun berubah panik.
Krek!
Dengan sedikit tekanan dari dua jari Chu Yang, Pedang Petir patah, setengah bilahnya jatuh ke tanah.
“Celaka!”
Menyadari hal itu, Luo Feiyun ketakutan, segera melempar pedang dan berlari kabur!
Chu Yang hanya tertawa dingin, melesat seperti bayangan, satu pukulan menghantam punggung Luo Feiyun hingga ia terlempar jauh!
“Kau... Uhuk... Penempaan Otot puncak... Mana mungkin kau sekuat ini…”
Luo Feiyun batuk darah, menatap Chu Yang tak percaya, “Kau pakai ilmu rahasia apa? Bagaimana mungkin dantianmu pulih?”
Chu Yang melangkah mendekat, menatapnya dingin, “Kau terlalu banyak bicara, pergilah.”
Kitab Naga Purba adalah harta karun bangsa naga!
Jika bocor, pasti akan menimbulkan bencana besar, demi kerahasiaan, Luo Feiyun harus mati!
“Kau tak boleh membunuhku!”
Luo Feiyun panik, mengancam dengan suara gemetar, “Kakekku Penegak Hukum lingkaran dalam, kekuatannya luar biasa. Kalau kau bunuh aku, kau juga akan mati!”
Chu Yang berkata dingin, “Kalau aku tak cukup beruntung, sekarang aku sudah jadi mayat. Di antara kita, hanya satu yang bisa bertahan. Pergilah, jangan buat Yue Lingshuang menunggu lama.”
“Jangan bunuh aku... kumohon...”
Luo Feiyun benar-benar ketakutan, berlutut dan mengetuk-ngetukkan kepalanya tanpa peduli harga diri.
Chu Yang tidak peduli, mengangkat tangan, bersiap membunuhnya!
“Kakek, tolong aku!”
Melihat Chu Yang hendak menghabisinya, Luo Feiyun menjerit ketakutan.
“Dia takkan bisa menolongmu.” Chu Yang menebaskan telapak tangannya!
Braak!
Pada saat itu juga, aura kuat dan menakutkan menerjang dari puncak utama!
Tekanan dahsyat turun, menindih seperti gunung, membuat tubuh Chu Yang tak sanggup bergerak!
“Berani-beraninya melukai cucuku!”
“Benar-benar keterlaluan!”