Bab 31: Aku Benar-benar Ditiduri oleh Guru yang Sangat Rupawan?
Halaman (1/3)
Setelah memasuki gua, Murong Li menatap Qin Mu yang tak sadarkan diri. Sorot matanya memancarkan emosi yang rumit.
“Qin Tian, andai saja kau tidak mati, alangkah baiknya.”
Murong Li mengulurkan tangan putihnya yang lembut. Ia menyentuh wajah Qin Mu seolah sedang membelai harta karun, begitu penuh kasih dan hati-hati, seakan takut sentuhannya akan membuat Qin Mu kesakitan.
Semakin lama membelainya, air mata Murong Li pun mengalir.
Air mata menggenang di sudut matanya, sementara wajahnya dipenuhi kesedihan.
Di mata Murong Li, wajah Qin Mu yang terbaring di tanah telah berubah menjadi wajah Qin Tian. Semua ini terasa begitu dekat, namun sekaligus sejauh langit dan bumi—sesuatu yang tak mungkin ia genggam.
“Aku dan saudari kembarku sama-sama jatuh hati padamu. Siapa sangka, ternyata umurmu begitu pendek.”
Semula ia mengira dirinya dapat memperoleh akhir bahagia, tetapi tak disangka mereka justru telah dipisahkan oleh kematian!
Hingga kemunculan Qin Mu memberikan sandaran baru bagi Murong Li.
“Qin Mu, meskipun kita adalah guru dan murid, kita tidak akan selamanya menjadi guru dan murid!”
Murong Li berbisik pelan, lalu perlahan berjongkok.
Bukan hanya karena Qin Mu memiliki urat spiritual tingkat sempurna, tetapi juga karena ia menyerupai Qin Tian!
“Mungkin ini adalah anugerah dari langit. Aku kehilangan seorang Qin Tian, tetapi langit memberiku seorang Qin Mu dan juga urat spiritual tingkat sempurna!”
Sudut bibir Murong Li terangkat tipis. Mungkin inilah takdirnya.
Qin Mu masih tak sadarkan diri dan sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.
Namun, samar-samar ia merasa seseorang sedang memeluknya. Ada kelembutan di dadanya, lalu bibirnya merasakan sesuatu yang lembut seperti gulali.
Rasanya begitu manis dan harum!
Akan tetapi, luka Qin Mu terlalu parah. Perasaan itu hanya bertahan sesaat sebelum ia kembali terlelap.
Adapun apa yang terjadi setelahnya, semuanya berlangsung berdasarkan naluri.
“Kau juga sedang meresponsku?”
Setetes air mata kembali muncul di sudut mata Murong Li. Ia memeluk Qin Mu dengan gembira.
Ia bagaikan sungai kering yang tiba-tiba diterjang banjir. Perasaan itu begitu dahsyat hingga tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
Kemudian, Murong Li mengambil keputusan yang berani.
Cepat atau lambat, sesuatu antara dirinya dan Qin Mu memang akan terjadi. Karena itu, kali ini ia tidak perlu menahan diri. Ia hanya perlu mengikuti kata hatinya.
“Qin Tian, aku akan menyelesaikan apa yang dulu belum sempat kulakukan!”
Dengan suara gemerisik, Murong Li melepaskan jubah luarnya.
Kemudian pakaian dalam dan pakaian lapis berikutnya.
Tak lama kemudian, tubuhnya tampak bagaikan batu giok putih murni, seolah dapat diperlakukan sesuka hati.
Dengan lambaian tangan, rerumputan lebat tumbuh di mulut gua. Dalam sekejap, seluruh pintu gua tertutup rapat. Bagaimanapun orang memandang dari luar, mereka tidak akan dapat melihat apa pun yang terjadi di dalam.
Setelah itu, ia melepaskan pakaian Qin Mu.
Adegan di dalam gua pun mulai berubah menjadi aneh. Pemandangan yang tidak pantas disaksikan anak-anak, bahkan suaranya pun tak layak didengar.
Murong Li tidak hanya ingin menyelamatkan Qin Mu, tetapi juga ingin menuntaskan penyesalan yang tersimpan di dalam hatinya.
Kali ini, ia melakukannya dengan segenap tenaga, menampilkan wibawa seorang pemimpin sekte hingga batas maksimal. Posisi perempuan di atas laki-laki benar-benar terwujud pada saat itu!
Sayangnya, Qin Mu tetap tertidur dan tidak dapat menikmati kesenangan tersebut.
Halaman (1/3)
Halaman (2/3)
Setelah waktu yang lama berlalu, suara dari dalam gua perlahan mereda.
“Dasar kau ini, ternyata cukup hebat juga.”
Murong Li menopang tubuhnya dengan satu tangan pada dinding, lalu melirik Qin Mu dengan tatapan manja.
Pada saat itu, matanya telah kembali jernih.
Meskipun tindakannya tadi agak terlalu gegabah, ia tidak menyesal. Itu adalah caranya memberikan jawaban kepada dirinya sendiri di masa muda. Lagi pula, Qin Mu tidak mungkin mengetahuinya!
Selama ia tidak memberitahunya, semua ini akan menjadi rahasia untuk selamanya.
Setelah itu, Murong Li berbalik dan pergi, seolah-olah ia tidak pernah datang ke tempat itu.
Tak lama setelah ia pergi, Qin Mu perlahan membuka matanya.
“Lelah sekali. Ada apa sebenarnya?”
Qin Mu merasa pinggangnya hampir patah. Bukankah ia sedang menjalani bencana surgawi?
Mengapa rasanya seperti baru saja melewati sebuah pertempuran besar?
“Tunggu, mengapa aku bisa berada di dalam gua?”
“Dan benda-benda di sekitarku ini…”
Qin Mu bergumam sendiri. Tiba-tiba, wajahnya menegang.
Sial, jangan-jangan aku baru saja diperlakukan seperti itu oleh seseorang?
Qin Mu segera memeriksa tubuhnya dan mendapati bahwa dugaannya ternyata benar-benar mungkin.
Artinya, belum lama ini seseorang telah melakukan hal semacam itu kepadanya.
Meskipun pakaiannya telah dikenakan kembali dan tampaknya tidak terjadi apa-apa, ia sangat mengenal tubuhnya sendiri!
Tapi siapa orangnya?
Memanfaatkan saat dirinya pingsan akibat sambaran petir surgawi—orang itu benar-benar pandai memilih waktu!
Setelah memikirkannya cukup lama, Qin Mu tetap tidak menemukan jawaban. Ia pun menyerah begitu saja. Bagaimanapun, semuanya sudah terjadi, dan tampaknya ia juga tidak terlalu dirugikan.
Hanya saja, ia kehilangan kesempatan untuk merasakan prosesnya.
Sebenarnya ini semua apa-apaan?
Bagaimanapun juga, Qin Mu masih merasa agak kesal.
Ia langsung memeriksa tingkat kultivasinya dan mendapati bahwa dirinya telah berhasil mencapai Alam Roh Surgawi.
Untung saja ia berhasil menyelamatkan nyawanya!
Qin Mu segera kembali ke Sekte Perawan Suci dan langsung memasuki area dalam.
Begitu masuk, pemandangan di hadapannya membuatnya tercengang!
Astaga!
Kemben dada!
Satu dinding penuh kemben dada!
Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu—berbagai warna tersedia lengkap!
Bahkan ada perbedaan model!
Misalnya, ada model terusan, dan ternyata ada pula model atasan serta bawahan terpisah!
Halaman (2/3)
Halaman (3/3)
Apakah dunia fantasi sudah menjadi sedemikian terbukanya?
Qin Mu tiba-tiba merasa bahwa meskipun ia berada di dunia matriarkal seperti ini, tempat tersebut tampaknya tidak akan terlalu berdampak buruk baginya.
Lagipula, kehidupan yang dikelilingi para perempuan ternyata jauh lebih manis daripada yang ia bayangkan!
“Sudah puas melihatnya? Kalau belum, akan kuberikan beberapa kepadamu!”
Pada saat itu, sebuah suara terdengar.
Qin Mu terkejut hingga tubuhnya menggigil. Ia menoleh dengan kaku, lalu melihat seorang perempuan berwajah galak sedang menatapnya. Di tangannya bahkan ada sebilah papan kayu!
Perempuan ini tampak begitu menakutkan. Jangan-jangan dia adalah perempuan dengan suasana hati paling buruk di sekte?
Konon, di Sekte Perawan Suci ada seseorang yang wajahnya bahkan lebih dingin daripada Yue Hanshuang. Ia jarang tersenyum sepanjang tahun dan memiliki cara bertindak yang sangat kejam!
Tak seorang pun merasa tidak takut setelah bertemu dengannya!
Kekuatannya, sama seperti Yue Hanshuang, berada di tahap pertengahan Alam Roh Surgawi. Namun, ia selalu menyembunyikan kemampuannya dengan sangat baik, sehingga selain orang-orang sekte, tidak ada yang mengenalnya.
“Kakak Huang.”
Qin Mu segera menyapanya.
Huang Churan meliriknya dengan dingin setelah mendengar panggilan itu.
“Laki-laki tidak diizinkan memasuki area dalam. Apa kau tidak mengerti?”
Tempat ini sepenuhnya dihuni perempuan. Tidak ada ruang bagi laki-laki untuk berpijak!
Mendengar perkataan itu, wajah Qin Mu menunjukkan ketidaksenangan.
Aku ini murid area dalam yang sah, tahu! Memangnya kau bisa melarangku masuk?
Saat ia hendak membuka mulut untuk menjelaskan, Huo Linger berjalan mendekat dari samping.
“Adik Huang, dia adalah adik seperguruan kita. Dia satu-satunya murid laki-laki Guru. Kalau kau berani mempersulitnya, jangan salahkan aku jika aku bersikap kasar kepadamu!”
Sebagai kakak seperguruan kedua, Huo Linger tentu memiliki hak untuk menegur Huang Churan.
Merasakan perlindungan Huo Linger, Qin Mu tersenyum tipis.
Benar-benar kakak seperguruan kedua yang baik. Pada saat genting, ia sungguh berani maju membelanya!
“Kakak seperguruan kedua, aku tidak sedang mempersulitnya. Hanya saja, pandangannya terus tertuju pada kemben dada para adik seperguruan. Aku sangat meragukan tujuan sebenarnya ia bergabung dengan Sekte Perawan Suci.”
Nada suara Huang Churan dipenuhi ancaman.
Jika Qin Mu berani menyimpan niat buruk di area dalam, ia sama sekali tidak akan mengampuninya!
“Kakak Huang salah paham terhadapku.”
Qin Mu hendak menjelaskan, tetapi Huang Churan sama sekali tidak berniat mendengarkan.
“Salah paham? Berani kau mengatakan bahwa matamu tidak terus tertuju pada kemben-kemben dada itu?”
“Orang cabul sepertimu seharusnya dikebiri!”
Jauh di aula utama, Murong Li mendengar perkataan itu dan langsung berdiri.
Mengebiri Qin Mu?
Tidak boleh!